Banda Aceh — Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan Dayah Aceh melalui kegiatan donor darah yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini sukses melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Aceh dengan mengumpulkan 42 kantong darah hanya dalam waktu setengah hari.
Aksi sosial tersebut terlaksana berkat kolaborasi Dinas Pendidikan Dayah Aceh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. Awalnya, panitia menargetkan pengumpulan 30 kantong darah. Namun, antusiasme peserta yang tinggi membuat capaian donor melebihi ekspektasi.
Partisipasi donor tidak hanya datang dari staf ASN, tetapi juga melibatkan jajaran pimpinan dan pejabat struktural. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., yang turut mendonorkan darahnya sebagai bentuk keteladanan. Kehadiran para pejabat eselon yang ikut ambil bagian semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Muhsin menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian ASN terhadap kebutuhan stok darah yang terus meningkat di Aceh. Menurutnya, peran ASN tidak hanya terbatas pada pelayanan administrasi, tetapi juga harus hadir melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Donor darah ini adalah kontribusi langsung ASN Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk membantu sesama. Kami ingin kehadiran ASN benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya lewat kebijakan dan pelayanan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan seperti ini,” ujar Muhsin.
Ia menambahkan, kegiatan donor darah juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan ASN. Mengingat kebutuhan darah di rumah sakit bersifat rutin dan mendesak, Muhsin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan donor darah ini dikoordinir oleh Kepala Subbagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Nasriah, S.Sos. Ia memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan lancar, mulai dari pendataan peserta hingga pengaturan teknis pelaksanaan bersama PMI Banda Aceh.
Selama kegiatan berlangsung, para pendonor mendapatkan pendampingan penuh dari petugas medis PMI Banda Aceh. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin, sebelum dilakukan pengambilan darah sesuai standar keselamatan medis.
Kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, aksi donor tersebut juga menjadi bukti nyata kepedulian ASN Dinas Pendidikan Dayah Aceh terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.(**)



