Banda Aceh — Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I, M.Pd.I, didampingi Kasubbag Program, mengikuti rapat tim penyusunan untuk melakukan Expose Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat (RR) Serbaguna Sekretariat Daerah (Sekda) Aceh, Kamis, 29 Januari 2025.
Rapat ini merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Aceh dalam menyiapkan langkah-langkah strategis pascabencana, khususnya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan dayah yang menjadi salah satu pilar utama dalam pembinaan masyarakat Aceh.
Expose dokumen R3P dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh program pemulihan pascabencana dapat berjalan terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Dalam forum tersebut, tim penyusunan memaparkan rancangan dokumen yang berisi rencana aksi, prioritas pembangunan kembali, serta strategi pemulihan sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Plh Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, menegaskan bahwa sektor pendidikan, termasuk lembaga dayah, harus mendapat perhatian serius dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, dayah tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi tempat pembinaan karakter generasi muda Aceh.
“Dayah merupakan institusi penting dalam masyarakat Aceh. Karena itu, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus memastikan keberlangsungan pendidikan dayah, baik dari sisi fasilitas maupun aktivitas pembelajaran,” ujar Muhsin dalam rapat tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam penyusunan dokumen R3P menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan berbasis keagamaan, terutama bagi daerah-daerah yang terdampak langsung oleh bencana.
Rapat expose ini turut dihadiri berbagai unsur perangkat daerah terkait, tim teknis, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan dokumen R3P. Semua pihak memberikan masukan agar dokumen tersebut dapat menjadi pedoman yang komprehensif dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Dengan adanya dokumen R3P yang matang dan terintegrasi, Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(**)


