Pusat dan Aceh Percepat Pemulihan Sekolah Pascabencana di Aceh Utara

Pendidikan17 Dilihat

Aceh Utara – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir dan longsor di wilayah terdampak. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Rabu (28/1/2026), meninjau langsung sejumlah sekolah yang terdampak di Kabupaten Aceh Utara, termasuk sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di tenda darurat.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti mendatangi beberapa satuan pendidikan, di antaranya SMK Negeri 1 Baktiya, SMA Negeri 2 Muara Batu, SMA Kesuma Bangsa, SMP dan SD Muhammadiyah, SD Negeri 9 Jambo Aye, serta SMA Negeri 1 Baktiya.

Agenda utama kunjungan dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya. Di lokasi ini, Mendikdasmen meresmikan ruang kelas hasil program revitalisasi sekolah tahun 2025 yang telah rampung. Program revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana merupakan prioritas nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat, kata dia, memfokuskan alokasi anggaran pada rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan, khususnya di daerah yang terdampak bencana.

“Pemulihan pascabencana adalah prioritas utama. Revitalisasi sekolah, baik rehabilitasi ringan maupun berat, harus segera diselesaikan agar proses belajar-mengajar kembali berjalan normal,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menyebutkan, dari tiga provinsi yang menjadi fokus penanganan pascabencana, Aceh dinilai sebagai daerah yang paling siap. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan bimbingan teknis percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) bidang pendidikan.

Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada Gubernur Aceh serta mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Aceh dalam proses pemulihan pendidikan.

“Dukungan Pemerintah Aceh sangat membantu kelancaran program rehabilitasi dan rekonstruksi pendidikan. Diharapkan pada akhir tahun ajaran baru, sekolah yang direhabilitasi sudah dapat dimanfaatkan sepenuhnya, termasuk kelengkapan mobilernya,” katanya.

Sementara untuk pembangunan sekolah baru maupun relokasi sekolah yang terdampak berat, Abdul Mu’ti memperkirakan pemanfaatannya dapat dilakukan pada semester berikutnya, yakni pada tahun ajaran 2026–2027.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pendidikan di Aceh.

Ia mengajak seluruh satuan pendidikan, khususnya yang terdampak bencana, untuk memanfaatkan kebijakan dan dukungan tersebut secara optimal.

“Kami mendorong seluruh kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan di Aceh untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini. Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar layanan pendidikan bagi anak-anak Aceh segera pulih dan semakin berkualitas,” ujar Murthalamuddin.

Murthalamuddin menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh akan terus mengawal proses rehabilitasi agar berjalan sesuai standar, tepat waktu, serta benar-benar berdampak pada kenyamanan dan keselamatan peserta didik.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *