Labuha — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali narapidana dengan keterampilan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan pembinaan pertanian tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai, bertempat di area kebun dalam Lapas Kelas III Labuha. Suasana kebun tampak aktif dengan keterlibatan warga binaan yang mengikuti setiap arahan petugas.
Sebanyak 23 orang narapidana turut ambil bagian dalam program pembinaan kemandirian ini. Mereka dilibatkan secara langsung dalam berbagai aktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Pembinaan ini bukan hanya untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang berguna,” ujar Jumadi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan bimbingan teknis mengenai cara merawat tanaman hortikultura seperti pakcoi, selada, buncis, dan sawi. Para narapidana diajarkan teknik pertanian sederhana namun efektif agar hasil panen nantinya lebih optimal.
Adapun kegiatan yang dilakukan warga binaan meliputi pembuatan bedengan, penyiraman rutin, pemupukan, serta perawatan tanaman secara berkala. Aktivitas ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarwarga binaan.
Program pembinaan pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan narapidana di bidang pertanian sehingga setelah bebas nanti mereka dapat memiliki peluang usaha atau pekerjaan yang lebih baik.
Selain itu, pihak Lapas juga melakukan pengecekan peralatan kerja guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur. Secara keseluruhan, pelaksanaan pembinaan kemandirian berjalan lancar, terkendali, dan kondusif.
Ke depan, Lapas Kelas III Labuha akan terus melaksanakan kegiatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), melakukan monitoring serta evaluasi berkala, dan memastikan tanaman dirawat hingga masa panen.
Dengan adanya program pembinaan ini, Lapas Kelas III Labuha berharap dapat mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(**)






