Lapas Kelas IIB Jailolo Panen Timun, WBP Diberdayakan Dukung Ketahanan Pangan

Nasional, News23 Dilihat

JAILOLO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jailolo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada Selasa, 27 Januari 2026, Lapas Jailolo melaksanakan kegiatan panen hasil pertanian tanaman sayur timun yang dibudidayakan langsung oleh para warga binaan.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan berbasis keterampilan yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas. Tidak hanya sekadar aktivitas rutin, program pertanian ini dirancang untuk membekali WBP dengan kemampuan produktif yang dapat menjadi modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat.

Panen timun tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan para WBP mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga akhirnya memetik hasil panen. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilatih untuk memahami teknik bercocok tanam secara benar sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Dalam pelaksanaan panen, para WBP mendapat pendampingan langsung dari Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) M. Walid Bahmid, S.H., bersama Aditya Adhyaksa selaku staf Giatja. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan arahan teknis kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo, Herianto, menyampaikan bahwa program pertanian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus digiatkan sebagai bagian dari upaya membangun keterampilan positif bagi warga binaan.

“Pertanian menjadi salah satu program unggulan pembinaan di Lapas Jailolo. Warga binaan dilatih agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat serta mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi warga binaan, kegiatan ini juga selaras dengan salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan adanya kegiatan produktif seperti ini, Lapas Jailolo turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aktif, mandiri, dan bermanfaat.

Program pertanian yang dijalankan di Lapas Jailolo menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan potensi warga binaan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Kegiatan panen timun ini pun dilaporkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pembinaan kemandirian.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan program pembinaan kemandirian di Lapas Jailolo terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *