Banda Aceh – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh dalam rangka silaturahmi dan diskusi strategis terkait peran media di era digital, Senin (26/1/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi I DPRA tersebut menjadi forum penting untuk membahas tantangan serta peluang pengelolaan informasi publik di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRA, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I, MM, dan dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi I serta unsur Sekretariat DPR Aceh. Sementara itu, rombongan SMSI Aceh dipimpin Ketua SMSI Aceh, Aldin Nainggolan, bersama jajaran pengurus organisasi media siber tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Aldin Nainggolan menyampaikan pandangan SMSI Aceh mengenai posisi strategis media siber dalam mendukung program-program Pemerintah Aceh dan kerja-kerja legislatif DPRA. Ia menegaskan komitmen SMSI Aceh untuk terus berkontribusi secara aktif melalui penyajian informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Menurut Aldin, derasnya arus informasi di era digital menuntut insan pers untuk semakin profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik. Media siber, kata dia, tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas dan kredibilitas informasi agar tidak ikut memperkeruh ruang publik dengan berita yang menyesatkan.
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam audiensi tersebut adalah pesatnya perkembangan media sosial yang kini menjadi sumber informasi utama bagi sebagian besar masyarakat. Media sosial dinilai memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, namun di sisi lain juga membawa tantangan serius berupa maraknya disinformasi, hoaks, dan konten provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRA, Tgk. H. Muharuddin, menyambut baik kehadiran SMSI Aceh dan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan insan media. Ia menilai kolaborasi yang baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan informasi yang transparan, mudah diakses, serta dapat dipercaya.
“Media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, masyarakat akan lebih memahami kebijakan serta program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Aceh,” ujar Muharuddin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi antara DPRA dan SMSI Aceh juga berperan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat. Dengan literasi yang baik, publik diharapkan lebih kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, serta mampu membedakan berita yang benar dan yang menyesatkan.
Audiensi ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan. Melalui penyebaran informasi yang bertanggung jawab, media siber diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran hoaks dan informasi yang merugikan kepentingan umum.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan harapan bersama agar komunikasi dan kerja sama antara DPRA dan SMSI Aceh dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital, demi terwujudnya masyarakat Aceh yang lebih cerdas, kritis, dan informatif.(**)






