KUALA SIMPANG — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan sigap Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Mendagri saat melakukan kunjungan ke Kampung Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2025). Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian hadir sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Mendagri menilai peran Ketua TP PKK Aceh sangat strategis selama masa tanggap darurat, khususnya dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan psikososial bagi perempuan dan anak.
“Apresiasi kami sampaikan kepada Ibu Ana, selaku Ketua TP PKK Aceh, atas kerja-kerja cepat dan responsifnya dalam mendukung upaya tanggap darurat pascabencana,” ujar Tito Karnavian.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Aceh turut mendampingi Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, yang juga merupakan istri Mendagri. Kunjungan kerja ini difokuskan pada peninjauan langsung kondisi warga terdampak serta memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Tak hanya kepada Ketua TP PKK Aceh, Mendagri juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Pemerintah Aceh yang dinilai solid dalam penanganan bencana. Apresiasi diberikan kepada Wakil Gubernur Aceh, serta para istri pejabat daerah yang aktif mendampingi kegiatan sosial kemanusiaan di lapangan.
“Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pak Wakil Gubernur Aceh, Ibu Wakil Gubernur, dan Istri Sekda Aceh yang hari ini hadir mendampingi kunjungan kerja istri saya selaku Ketua Umum TP PKK Pusat di Kampung Batang Ara,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan seperti TP PKK dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. Mendagri berharap kolaborasi tersebut terus terjaga hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan optimal.(**)






