Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, bersama Kapolda Aceh, menyambut kunjungan kerja Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari di Gampong Bunin, Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (14/1/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah pusat untuk meninjau langsung kondisi wilayah pedalaman Aceh Timur yang terdampak bencana banjir. KSP bersama rombongan tiba di Kecamatan Serbajadi menggunakan helikopter, sebelum melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak.
Selama lebih dari dua jam, KSP didampingi Bupati Aceh Timur dan Kapolda Aceh meninjau dampak kerusakan infrastruktur sekaligus berdialog dan menyapa masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Al-Farlaky menyampaikan sejumlah persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Aceh Timur pascabanjir. Salah satunya terkait status lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang saat ini digunakan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara), serta rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Bupati menegaskan perlunya dukungan dan kejelasan status lahan dari pemerintah pusat agar proses relokasi dan pembangunan hunian permanen tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Selain itu, Al-Farlaky juga meminta dukungan KSP untuk mendorong alih status jalan Peureulak–Blangkejeren menjadi jalan nasional. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues, namun saat ini masih berstatus jalan provinsi dan mengalami kerusakan parah akibat banjir.
“Jalan ini menjadi penghubung utama Aceh Timur dan Gayo Lues. Kami menilai sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional agar penanganan dan pembangunannya dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Al-Farlaky.
Bupati juga melaporkan kondisi sejumlah wilayah yang terdampak paling parah, seperti Kecamatan Lokop, Simpang Jernih, dan Pante Bidari. Di wilayah tersebut, hampir seluruh infrastruktur publik mengalami kerusakan berat, mulai dari sekolah, masjid, hingga kantor pemerintahan kecamatan yang bahkan hilang di beberapa titik.
Sebagai kepala daerah, Al-Farlaky berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus serta mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi pascabanjir di Aceh Timur.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui KSP dapat mendorong percepatan pemulihan dan rekonstruksi. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis Aceh Timur dapat bangkit kembali,” katanya.
Al-Farlaky juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan KSP ke Aceh Timur yang dinilainya menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan daerah kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari turut meninjau langsung lokasi terdampak bencana dan secara simbolis meresmikan pengoperasian water purifier Aqualux sebagai penyedia air minum bagi masyarakat terdampak banjir.
Menurut Qodari, ketersediaan air minum yang higienis merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat pascabanjir, sebagaimana laporan yang diterimanya.
“Kami mendapat laporan bahwa masyarakat membutuhkan air bersih. Hari ini kami lihat langsung, water purifier ini berfungsi dengan baik dan airnya sudah layak serta higienis,” ujar Qodari.
Ia memastikan seluruh persoalan yang ditemui dan disampaikan selama kunjungan di Aceh Timur akan dibahas lebih lanjut dalam rapat besar Satgas Pemulihan Bencana bersama Menteri Dalam Negeri yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang.
“Apa yang kami lihat dan dengar langsung hari ini akan kami sampaikan dalam rapat satgas besok,” tegasnya.
Qodari juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah, guna mempercepat pemulihan pascabanjir di Aceh Timur.
“Kami berterima kasih kepada Kapolda Aceh dan Pak Bupati atas kolaborasi yang telah terjalin. Semoga semangat kebersamaan ini dapat mempercepat pemulihan pascabanjir di Aceh Timur,” pungkasnya.(**)






