SULUT – Wilayah Sulawesi Utara diguncang gempa bumi dangkal berkekuatan besar pada Sabtu malam, 10 Januari 2025. Gempa tektonik tersebut terjadi sekitar pukul 21.58.25 WIB dan berpusat di wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud. Getaran gempa dirasakan cukup luas oleh masyarakat di sejumlah daerah, meski tidak menimbulkan potensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, menjelaskan bahwa gempa yang semula diinformasikan bermagnitudo M7,1 tersebut telah diperbarui berdasarkan hasil analisis terbaru menjadi bermagnitudo M6,4. Gempa ini tergolong gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas tektonik di zona seismik kawasan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Menurut Daryono, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah. Di daerah Tobelo dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), gempa dirasakan dengan skala intensitas III–IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang, bahkan sebagian masyarakat sempat keluar rumah karena terkejut oleh guncangan.
Sementara itu, di wilayah Morotai, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan jelas di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas. Adapun di wilayah Ternate, Minahasa Utara, dan Kota Bitung, gempa dirasakan dengan skala intensitas II–III MMI, di mana getaran dirasakan nyata oleh sebagian orang, terutama yang sedang beristirahat di dalam bangunan.
BMKG memastikan bahwa berdasarkan hasil pemodelan dan analisis yang dilakukan, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait gempa bumi dan aktivitas seismik lainnya hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman pascagempa.(**)






