Wali Nanggroe Tinjau Dayah Ummul Aiman Pidie Jaya, Pastikan Dukungan Pascabencana

Pemerintah Aceh17 Dilihat

Meureudu – Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh melalui perwakilan Majelis Syura dan Katibul Wali, Abdullah Hasbullah, S.Ag., MSM, melakukan kunjungan pascabencana ke Dayah atau Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Aiman, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus peninjauan langsung terhadap kondisi lembaga pendidikan Islam tersebut yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor.

Kedatangan rombongan Wali Nanggroe disambut hangat oleh pimpinan dayah, para teungku, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, Abdullah Hasbullah menyampaikan salam dan perhatian khusus dari PYM Wali Nanggroe kepada seluruh keluarga besar Dayah Ummul Aiman yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana alam.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir dan longsor. Beberapa fasilitas pendukung pendidikan, lingkungan sekitar dayah, serta akses jalan terlihat mengalami kerusakan, bahkan masih menyisakan material lumpur dan kayu yang terbawa arus.

Abdullah Hasbullah menyampaikan bahwa Dayah Ummul Aiman memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas pendidikan di dayah-dayah, khususnya yang terdampak bencana, menjadi hal yang sangat penting.

“PYM Wali Nanggroe menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa Dayah Ummul Aiman dan masyarakat sekitar. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk melihat langsung kondisi di lapangan, agar dapat dicarikan langkah-langkah terbaik dalam proses pemulihan,” ujar Abdullah Hasbullah.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, untuk bersama-sama membantu pemulihan dayah dan lingkungan sekitarnya. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan nilai luhur yang telah lama hidup dalam masyarakat Aceh.

Selain meninjau lokasi terdampak, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan pimpinan dayah dan pengelola STIS Ummul Aiman. Dalam dialog tersebut, disampaikan berbagai kendala yang dihadapi pascabencana, mulai dari kerusakan fasilitas, kebutuhan sarana belajar mengajar, hingga upaya normalisasi lingkungan agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan optimal.

Pimpinan Dayah Ummul Aiman menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan dari PYM Wali Nanggroe melalui perwakilannya. Kehadiran tersebut dinilai menjadi penyemangat moral bagi para santri, tenaga pendidik, dan seluruh keluarga besar dayah untuk terus bertahan dan bangkit.

“Kunjungan ini bukan hanya melihat kondisi fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi kami. Ini bukti bahwa dayah dan lembaga pendidikan Islam tetap menjadi perhatian,” ujar salah seorang pengelola dayah.

Kunjungan pascabencana ini diharapkan dapat menjadi awal dari langkah-langkah lanjutan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya bagi Dayah Ummul Aiman dan wilayah sekitar Meureudu yang terdampak cukup serius. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat dapat segera pulih seperti sediakala.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *