Harga Emas di Aceh Tembus Rp 8 Juta per Mayam, Awal 2026 Jadi Momentum Kenaikan

Breakingnews27 Dilihat

ACEH – Mengawali tahun baru 2026, harga emas di Aceh kembali mencatatkan rekor baru. Untuk pertama kalinya sejak beberapa waktu terakhir, harga emas per mayam di sejumlah daerah di Aceh resmi menembus angka Rp 8 juta lebih, Sabtu (10/1/2026). Kenaikan ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya pelaku usaha emas, investor, hingga warga yang menjadikan emas sebagai tabungan jangka panjang.

Berdasarkan pantauan dari laman Toko Emas Sejahtera 2 di Kota Langsa, harga emas hari ini dibanderol mencapai Rp 8.100.000 per mayam. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan harga emas pada akhir tahun 2025 lalu yang masih berada di bawah Rp 8 juta per mayam.

Sementara itu, di Banda Aceh, harga emas juga mengalami tren kenaikan. Mengacu pada informasi dari laman Toko Emas Bina Nusa, harga emas hari ini berada di kisaran Rp 7.910.000 per mayam. Namun, harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan atau ongkos tukang yang biasanya berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung model dan jenis perhiasan yang dipilih.

Dengan tambahan ongkos tersebut, harga emas per mayam di Banda Aceh secara total juga nyaris menyentuh angka Rp 8 juta, menyamai harga di sejumlah daerah lain di Aceh.

Kenaikan harga emas ini diperkirakan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari fluktuasi harga emas dunia, nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di awal tahun. Emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagi masyarakat Aceh, emas bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk tabungan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tak heran, setiap kenaikan harga emas selalu menjadi topik hangat perbincangan, baik di pasar, warung kopi, maupun media sosial.

Sejumlah pedagang emas mengungkapkan, meski harga terus naik, minat masyarakat untuk membeli emas masih cukup stabil. Sebagian warga justru memanfaatkan momentum ini untuk menjual emas simpanan mereka, sementara sebagian lainnya tetap membeli dengan harapan harga emas akan terus meningkat dalam jangka panjang.

Dengan tembusnya harga Rp 8 juta per mayam di awal 2026, masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan, baik untuk membeli maupun menjual emas, serta terus memantau perkembangan harga di pasar lokal.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *