Puluhan Rumah di Belitang III OKU Timur Terendam Banjir

Nasional, News46 Dilihat

OKU TIMUR – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Kali ini, puluhan rumah warga di Kecamatan Belitang III dilaporkan terendam banjir, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai dan saluran drainase meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Air mulai menggenangi rumah-rumah warga sejak pagi hari dan terus bertambah seiring hujan yang belum reda.

Sejumlah warga menyebutkan, ketinggian air bervariasi, mulai dari semata kaki hingga lutut orang dewasa. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengamankan perabotan rumah tangga dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Tak sedikit pula warga yang memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau fasilitas umum yang lebih aman.

Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi jalan lingkungan dan akses utama desa, sehingga menyulitkan mobilitas warga. Aktivitas perekonomian masyarakat, termasuk usaha kecil dan sektor pertanian, ikut terdampak. Beberapa lahan pertanian dilaporkan terendam air, yang dikhawatirkan akan memengaruhi hasil panen petani setempat.

Pemerintah setempat bersama aparat desa dan unsur terkait telah melakukan pemantauan di lokasi banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir juga diminta bersiap melakukan evakuasi apabila ketinggian air terus meningkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan dialami oleh warga terdampak. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat, termasuk penyaluran bantuan dan upaya pencegahan agar banjir tidak kembali berulang.

Di tengah kondisi sulit ini, solidaritas antarwarga terlihat dengan saling membantu membersihkan lingkungan dan mengevakuasi barang-barang milik tetangga yang terdampak. Warga berharap air segera surut dan kondisi kembali normal agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan seperti biasa.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *