PIDIE – Duka kembali menyelimuti kawasan Laweung, Kabupaten Pidie, Aceh. Banjir akibat luapan air sungai dan tingginya curah hujan memaksa warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, dan menambah daftar panjang bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Sejak pagi hari, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Laweung dan daerah sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat tajam hingga meluap ke kawasan permukiman warga. Air dengan cepat merendam rumah-rumah penduduk, jalan desa, serta fasilitas umum, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
Warga yang terdampak terpaksa mengungsi setelah air terus naik dan masuk ke dalam rumah. Dengan peralatan seadanya, mereka menyelamatkan dokumen penting dan barang-barang berharga sebelum meninggalkan tempat tinggal. Anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi prioritas dalam proses evakuasi yang dilakukan secara mandiri oleh warga, dibantu aparat gampong dan relawan setempat.
“Kami tidak punya pilihan lain selain mengungsi. Air naik sangat cepat dan sudah masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga Laweung di lokasi pengungsian.
Sejumlah titik pengungsian sementara telah disiapkan, termasuk di meunasah, balai desa, dan rumah warga yang berada di dataran lebih tinggi. Para pengungsi membutuhkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia. Hingga kini, warga masih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu kondisi air surut.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada lahan pertanian warga. Sawah dan kebun yang terendam air dikhawatirkan akan mengganggu masa tanam dan berpotensi menyebabkan gagal panen. Akses jalan di beberapa titik juga terputus akibat genangan air, sehingga menyulitkan distribusi bantuan dan mobilitas warga.
Aparat gampong, pihak kecamatan, serta unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang berada di daerah rawan banjir diminta tidak memaksakan diri kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, banjir luapan ini meninggalkan kesedihan dan kelelahan bagi warga Laweung yang harus kembali menghadapi bencana alam. Mereka berharap adanya penanganan cepat dan solusi jangka panjang dari pemerintah agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Di tengah situasi sulit tersebut, solidaritas dan gotong royong masyarakat terlihat kuat. Warga saling membantu dan berbagi, sembari memanjatkan doa agar banjir segera surut dan kehidupan di Laweung dapat kembali normal.(**)






