Aliran Air Bercampur Kayu Kembali Terjadi di Totor Weh Gile, Warga Khawatir Banjir Bandang

Breakingnews22 Dilihat

BENER MERIAH – Aliran air keruh bercampur bongkahan kayu kembali terjadi di kawasan Totor Weh Gile, Kecamatan Bandar Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (8/1/2026). Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran warga setempat.

Dalam video yang diunggah akun media sosial @Keber_gayo, terlihat derasnya aliran air berwarna cokelat yang membawa potongan kayu, ranting, serta material alami lainnya. Air mengalir dengan kecepatan tinggi melewati kawasan sekitar, tepatnya di dekat salah satu kafe yang berada di wilayah wisata tersebut.

Warga setempat menyebut, fenomena serupa bukan kali pertama terjadi. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, aliran air dari kawasan hulu kerap meluap dan membawa material kayu serta lumpur. Kondisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu banjir bandang, terutama bagi warga dan pengunjung yang berada di sekitar aliran sungai.

“Kalau hujan deras, air dari atas cepat sekali turun. Biasanya membawa kayu-kayu besar. Kami khawatir kalau tiba-tiba meluap,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.

Kawasan Totor Weh Gile sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Bener Meriah yang cukup ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Kejadian ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha dan pengunjung, mengingat lokasi kafe dan area wisata berada tidak jauh dari aliran air.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk melakukan langkah antisipasi, seperti pembersihan alur sungai, pemantauan kawasan hulu, serta pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan fasilitas akibat peristiwa tersebut. Namun demikian, warga diminta untuk menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan bencana demi keselamatan bersama.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *