PBN Dorong Huntap Diserahkan dalam Kondisi Layak Huni, Lengkap hingga Peralatan Dapur

News118 Dilihat

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Patriot Bela Nusantara (DPD PBN) Aceh, Drs. Isa Alima, mendorong pemerintah pusat dan daerah agar hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Aceh diserahkan dalam kondisi benar-benar siap huni, lengkap dengan seluruh perabot rumah tangga hingga peralatan dapur.

Dorongan ini menguat seiring kunjungan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang mendampingi Menko Polkam RI meninjau kesiapan pembangunan huntap di Aceh Utara. Bagi PBN, hunian bukan sekadar bangunan, ia adalah awal kehidupan baru bagi keluarga yang bangkit dari kehilangan.

“Ketika kunci huntap diserahkan, jangan biarkan rumah itu kosong,” tegas Isa Alima. “Mereka yang rumahnya habis total atau rusak berat telah kehilangan banyak hal. Begitu melangkah masuk, mereka harus bisa langsung hidup memasak, beristirahat, dan membangun kembali martabat keluarga.”

Menurutnya, kebijakan ini tidak memberatkan negara. Pemerintah memiliki jejaring rekanan pengadaan yang selama ini memperoleh kemudahan dalam penyediaan mobiler perkantoran dan rumah tangga. Skema kolaborasi dapat ditempuh dengan menghimpun partisipasi perusahaan-perusahaan besar agar kebutuhan perabot dan perlengkapan dapur huntap terpenuhi secara lengkap dan layak.

“Ini soal gotong royong yang terarah,” ujarnya. “Negara hadir dengan kebijakan, pengusaha berpartisipasi dengan empati, dan masyarakat menerima dengan bermartabat.”

Lebih lanjut, PBN menilai negara telah membuka jalan lebar bagi dunia usaha memberi kemudahan, kepercayaan, dan ruang usaha dalam pengadaan mobiler serta peralatan perkantoran. Kini saatnya jalan itu berbalas arah, kembali menuju rakyat yang sedang menata hidup dari reruntuhan.

Perusahaan-perusahaan besar, dengan jejaring produksi dan distribusi yang matang, dinilai dapat disatukan dalam satu gerak kolaboratif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana: mulai dari tempat tidur, lemari, meja kursi, hingga peralatan dapur dasar seperti kompor, alat masak, dan perlengkapan makan. Bukan terpisah, bukan setengah-setengah, melainkan utuh dan manusiawi.

“Ini bukan sekadar bantuan,” kata Isa Alima. “Ini adalah tanggung jawab moral dari kemudahan yang pernah diterima. Negara memanggil bukan untuk membebani, tetapi untuk berbagi peran agar rumah yang berdiri segera menjadi kehidupan yang berjalan.”

PBN meyakini, pendekatan ini akan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi penyintas. Huntap yang lengkap menghemat waktu adaptasi, menghindarkan beban tambahan, dan membuka jalan bagi keluarga untuk kembali produktif.

“Rumah yang layak adalah fondasi harapan,” tutup Isa Alima. “Mari pastikan setiap huntap bukan sekadar berdiri, tetapi hidup hangat, fungsional, dan bermartabat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *