Pemerintah Aceh Turunkan Dua Alat Berat Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Pendidikan55 Dilihat

ACEH TAMIANG – Pemerintah Aceh bergerak cepat membantu percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui Dinas Pendidikan Aceh, pemerintah mengerahkan dua unit alat berat untuk membersihkan material lumpur, pasir, dan puing-puing yang menumpuk di lingkungan sekolah terdampak, agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam memastikan hari pertama kembali sekolah tetap dapat dilaksanakan meskipun daerah setempat baru saja dilanda bencana. Sejumlah sekolah diketahui mengalami kerusakan ringan hingga sedang, serta tertutup material banjir yang menghambat aktivitas pendidikan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, S.Kom., M.Si, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat difokuskan pada sekolah-sekolah yang terdampak paling parah, Minggu, 4 Januari 2026.

Alat berat tersebut digunakan untuk mempercepat proses pembersihan halaman sekolah, ruang kelas, serta akses jalan menuju sekolah yang tertutup endapan banjir bandang.

“Pemerintah Aceh hadir untuk memastikan anak-anak kita bisa kembali bersekolah tepat waktu. Dua unit alat berat ini kami kerahkan agar proses pembersihan sekolah berjalan lebih cepat dan aman, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai,” ujar Dahlawi.

Ia menambahkan, selain alat berat, proses pembersihan juga melibatkan tenaga pendidik, pihak sekolah, masyarakat sekitar, serta dukungan lintas instansi. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat pascabencana.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh juga terus melakukan pendataan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak banjir bandang. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk langkah lanjutan, baik berupa perbaikan fasilitas sekolah, rehabilitasi bangunan, maupun bantuan penunjang lainnya agar kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan aman dan layak.

Langkah cepat ini sejalan dengan semangat “Seumeugleh Sikula” dan “Ayo Kembali Sekolah”, yang mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung kebangkitan pendidikan Aceh. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi darurat sekalipun.

Masyarakat pun diajak untuk terus mendoakan dan mendukung upaya pemulihan ini agar anak-anak Aceh, khususnya di Aceh Tamiang, dapat kembali belajar dengan nyaman, penuh semangat, dan tanpa hambatan. Dengan kolaborasi semua pihak, Pemerintah Aceh optimistis pendidikan Aceh akan bangkit lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu melahirkan generasi unggul demi masa depan Aceh yang islami, maju, dan bermartabat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *