Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan

Pendidikan40 Dilihat

ACEH TAMIANG – Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlangsungan pendidikan di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi, Senin, 5 Januari 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., bersama plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan, khususnya mobiler sekolah, di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan yang ikut terdampak bencana alam, seperti banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Di lokasi, Mendikdasmen melihat secara langsung kondisi ruang kelas, meja, kursi, serta fasilitas penunjang pembelajaran yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat daerah menghadapi ujian bencana alam. Menurutnya, pemulihan sarana dan prasarana pendidikan harus menjadi prioritas agar peserta didik dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Sekolah adalah ruang harapan bagi masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya memastikan lingkungan belajar yang kondusif, meskipun sedang menghadapi tantangan akibat bencana alam,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi, baik dari sisi bangunan, mobiler, maupun fasilitas pendukung lainnya. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pengusulan bantuan dan percepatan rehabilitasi kepada pemerintah pusat maupun melalui anggaran daerah.

“Kami berkomitmen agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kembali pendidikan Aceh,” kata Murthalamuddin.

Ia juga mengapresiasi perhatian langsung dari Mendikdasmen yang turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil sekolah. Menurutnya, kehadiran pimpinan nasional di tengah masyarakat terdampak bencana memberikan semangat dan harapan baru bagi guru, tenaga kependidikan, serta para siswa.

Peninjauan ini sekaligus menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan dalam membangun kembali pendidikan Aceh pascabencana. Pemerintah berharap, dengan dukungan semua pihak, sekolah-sekolah yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjadi tempat yang aman serta inspiratif bagi generasi penerus bangsa.

Pemerintah Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan, memberikan doa dan dukungan, agar pendidikan di Aceh dapat bangkit lebih kuat, berkelanjutan, dan tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Aceh yang maju dan bermartabat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *