SABANG – Jumlah penumpang kapal laut menuju dan dari Kota Sabang sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data yang dipaparkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sabang, terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 34,31 persen dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini dipengaruhi langsung oleh bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada penghujung 2025.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini, menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak terlepas dari dampak bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Bencana berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor menyebabkan putusnya banyak jembatan serta terganggunya akses jalan utama, khususnya jalur darat yang menghubungkan Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara.
“Penurunan jumlah penumpang kapal pada tahun 2025 mencapai 34,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini sangat dipengaruhi oleh bencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir tahun, sehingga akses menuju Aceh terganggu dan berdampak langsung pada kunjungan wisata ke Sabang,” ujar Husaini.
Menurutnya, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sabang selama ini berasal dari Sumatera Utara dan wisatawan lokal Aceh. Namun, akibat terputusnya akses darat dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, banyak calon wisatawan memilih membatalkan perjalanan mereka.
“Banyak jembatan rusak dan tidak bisa dilalui. Ini membuat wisatawan, khususnya dari Sumatera Utara, mengurungkan niat berwisata ke Sabang. Wisatawan lokal juga terdampak karena mobilitas antarwilayah menjadi terbatas,” jelasnya.
Husaini menambahkan, sektor transportasi laut sangat bergantung pada stabilitas akses darat dan kondisi alam. Ketika jalur darat terganggu, maka arus penumpang ke pelabuhan penyeberangan otomatis menurun. Hal ini berimbas langsung pada operasional kapal penyeberangan, baik kapal cepat maupun kapal reguler.
Meski demikian, Dishub Sabang menilai penurunan ini bersifat sementara. Seiring dengan membaiknya kondisi infrastruktur dan selesainya perbaikan jembatan serta jalan yang rusak, arus wisatawan diperkirakan akan kembali normal secara bertahap.
“Kami optimistis, setelah proses pemulihan pascabencana berjalan dan akses transportasi kembali normal, jumlah penumpang kapal akan kembali meningkat. Sabang tetap menjadi destinasi unggulan dengan daya tarik wisata alam dan bahari yang kuat,” kata Husaini.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Selain itu, promosi wisata dan jaminan keselamatan transportasi dinilai menjadi faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan.
Dishub Sabang terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan operator kapal untuk memastikan layanan transportasi laut tetap berjalan dengan aman dan nyaman, meskipun jumlah penumpang mengalami penurunan.
Dengan berbagai upaya pemulihan yang sedang dilakukan, Pemerintah Kota Sabang berharap sektor pariwisata dan transportasi dapat kembali bergeliat. Bencana alam memang membawa dampak besar, namun diharapkan tidak mematahkan semangat untuk membangun kembali Sabang sebagai salah satu destinasi wisata andalan di ujung barat Indonesia.(**)






