Aceh Besar Kembangkan Embrio Sapi Unggul untuk Dongkrak Produktivitas Peternak

Aceh Besar36 Dilihat

Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus berupaya memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu pilar peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengembangan embrio atau bibit sapi unggul, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus pendapatan para peternak lokal.

Program ini dirancang untuk mendorong peternak sapi di Aceh Besar agar tetap konsisten melakukan budidaya ternak, namun dengan pendekatan yang lebih terarah, modern, dan berbasis teknologi. Melalui sistem peternakan yang lebih maju, pemerintah optimistis sektor peternakan dapat tumbuh lebih efisien dan berkelanjutan.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia berbagai model peternakan modern yang bisa diterapkan, seperti sistem penggemukan sapi serta pengembangan sapi pranakan. Model tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan daging dalam jumlah besar, tetapi juga untuk mencetak bibit sapi unggul yang bernilai ekonomi tinggi.

“Beberapa jenis sapi unggul yang kita arahkan antara lain sapi Brahman, Limousin, dan Angus. Jenis ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan kualitas daging yang baik,” ujar Muharram Idris saat peluncuran program di Pasar Hewan Sibreh, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, sistem peternakan tersebut tergolong ekonomis karena masa pemeliharaannya relatif singkat, yakni sekitar satu tahun. Dengan waktu pemeliharaan yang efisien, peternak diharapkan dapat memperoleh keuntungan lebih cepat dibandingkan dengan pola beternak konvensional.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana mendatangkan embrio sapi unggul dari luar Aceh. Embrio tersebut akan ditanam pada indukan sapi tertentu yang dinilai sesuai, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan Aceh Besar.

Muharram Idris menjelaskan, proses pengembangan embrio sapi unggul akan dilakukan secara terpadu dan terencana. Pasalnya, embrio sapi unggul memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, sehingga tidak memungkinkan untuk dikawinkan dengan induk sapi lokal Aceh.

“Oleh karena itu, kita membutuhkan indukan yang sesuai, seperti sapi Brahman atau Limousin, agar pertumbuhan embrio berjalan maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah populasi sapi unggul hasil pengembangan embrio ini mencukupi, pemerintah daerah akan mulai mendistribusikannya ke kandang-kandang peternak. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus meningkatkan kualitas ternak masyarakat secara menyeluruh.

“Dengan cara ini, bibit sapi unggul bisa berkembang di Aceh Besar dan menjadi salah satu penopang utama peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya para peternak,” pungkas Muharram Idris.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap sektor peternakan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daging daerah, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru yang kuat dan berdaya saing di masa depan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *