Aceh Tamiang — Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memulihkan dunia pendidikan pascabencana melalui program Seumeugleh Tahap ll. Kali ini, aksi gotong royong bersama difokuskan di SMAN 2 Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Seumeugleh Tahap ll merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan unsur pemerintah, tenaga pendidik, relawan, serta masyarakat sekitar. Melalui semangat kebersamaan, kegiatan ini menitikberatkan pada pembersihan lingkungan sekolah, penataan ruang kelas, pemulihan fasilitas pendukung pembelajaran, hingga menciptakan kembali suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman bagi siswa dan guru.
Kondisi SMAN 2 Bendahara sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan lumpur, sampah, dan kerusakan ringan di sejumlah fasilitas sekolah. Menyadari pentingnya keberlangsungan pendidikan, Disdik Aceh bergerak cepat dengan mengerahkan tim dan relawan untuk melakukan aksi gotong royong secara bertahap dan terencana.
Plt.Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh bencana. Menurutnya, sekolah adalah ruang harapan dan masa depan generasi Aceh, sehingga pemulihan harus dilakukan secepat dan sebaik mungkin. Program Seumeugleh Tahap ll diharapkan tidak hanya memulihkan fisik sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat siswa, guru, dan orang tua untuk kembali menjalani proses belajar mengajar dengan optimisme.
Selain pembersihan dan penataan, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Para guru, siswa, relawan, serta masyarakat sekitar bahu-membahu bekerja, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh. Kehadiran Disdik Aceh di tengah-tengah masyarakat terdampak pun menjadi simbol bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masa depan pendidikan.
Melalui gerakan Ayo Kembali Sekolah, Disdik Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pemulihan pendidikan, baik melalui doa, dukungan moral, maupun partisipasi langsung. Harapannya, SMAN 2 Bendahara dapat segera beroperasi secara optimal dan menjadi ruang belajar yang kembali ramah, aman, serta inspiratif bagi para siswa.
Dengan semangat Pendidikan Aceh Bangkit dan Pendidikan Aceh Hebat, Disdik Aceh optimistis bahwa kolaborasi dan gotong royong akan menjadi kunci dalam membangun Aceh yang maju, bermartabat, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Aksi Seumeugleh Tahap ll ini menjadi bukti nyata bahwa bersama, pendidikan Aceh dapat bangkit lebih kuat pascabencana.(**)






