91S Menguat, Monsun Low Sri Lanka Jadi Bibit Siklon 90B: Sumatra Diminta Waspada

Nasional, News107 Dilihat

Jakarta – Bibit siklon tropis 91S terus menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa jam terakhir. Berdasarkan pemantauan terbaru, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem ini telah melampaui 55 km/jam dengan tekanan pusat sekitar 1002 hPa. Bahkan, pada titik tertentu terdeteksi angin mencapai 71 km/jam, menandakan potensi kuat bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, 91S dapat berkembang menjadi siklon tropis.

Saat ini, pusat bibit siklon 91S berada sekitar 1.100 kilometer di barat daya Kota Padang. Jarak yang relatif dekat tersebut membuat dampaknya mulai terasa, terutama dalam meningkatkan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian barat. Aliran angin yang menguat disertai suplai uap air dari sistem ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.

Sementara itu, di kawasan Sri Lanka, sistem monsun low yang bertahan selama kurang lebih dua hari mengalami peningkatan intensitas. Pada Sabtu malam, sistem tersebut resmi meningkat statusnya menjadi bibit siklon tropis baru setelah tekanan udara, struktur awan, dan sirkulasi angin dinilai semakin stabil. Bibit siklon ini kemudian diberi nama 90B.

Bibit siklon 90B saat ini memiliki kecepatan angin sekitar 30 km/jam dengan tekanan pusat 1009 hPa. Posisinya terpantau berada sekitar 750 kilometer di barat daya Kota Banda Aceh. Meski masih tergolong lemah, keberadaan 90B tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi pola angin regional serta distribusi awan hujan di kawasan sekitarnya.

Kombinasi dua sistem atmosfer tersebut, yakni bibit siklon 91S dan 90B, diperkirakan akan berdampak pada kondisi cuaca di wilayah Sumatra hingga Jawa. Potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut perlu diwaspadai, khususnya di wilayah pesisir dan perairan terbuka.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi, serta mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara cepat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *