Ketua DPRK Banda Aceh Turun Langsung Bantu Petani, Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem 2026

Parlementaria37 Dilihat

Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, ST, menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dengan turun langsung ke lapangan memberikan bantuan kepada para petani yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah sekitar Banda Aceh, 2 Januari 2026.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana alam yang mengganggu aktivitas pertanian dan mengancam sumber penghidupan warga.

Di lokasi terdampak, Irwansyah berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan keluhan serta melihat secara dekat kondisi lahan pertanian yang rusak akibat terjangan banjir bandang.

Sawah yang terendam, tanaman yang rusak, hingga saluran irigasi yang tersumbat menjadi persoalan utama yang dihadapi petani pascabencana. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus menjadi penyemangat agar mereka dapat segera bangkit dan kembali berproduksi.

Selain memberikan bantuan langsung, Irwansyah juga menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Ia meminta dinas-dinas terkait, khususnya yang membidangi pertanian, kebencanaan, dan infrastruktur, untuk segera melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah-langkah pemulihan yang terintegrasi. Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di awal tahun 2026, Irwansyah turut mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta dinas terkait untuk bersiap menghadapi peringatan dini cuaca ekstrem yang telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kesiapsiagaan tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini, kesiapan personel, hingga langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana lanjutan.

Irwansyah juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan langkah responsif yang dilakukan, Irwansyah berharap penanganan dampak bencana tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti dengan kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada pencegahan dan ketahanan wilayah.

Komitmen tersebut diharapkan mampu melindungi masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta memperkuat kesiapsiagaan Banda Aceh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *