Aceh Selatan – Semangat kepedulian dan kebersamaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Dinas Pendidikan Aceh. Di tengah proses pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan, jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh bersama Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat terdampak, Selasa (30/12/2025).
Aksi kemanusiaan tersebut difokuskan di SMAN Trumon Tengah, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Para pejabat, tenaga kependidikan, guru, serta staf Disdik Aceh bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah dari lumpur, sampah, dan sisa material banjir. Tidak hanya di lingkungan sekolah, kepedulian juga diperluas dengan membantu membersihkan pekarangan rumah warga sekitar yang turut terdampak bencana.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Disdik Aceh untuk hadir tidak hanya sebagai penyelenggara layanan pendidikan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran para insan pendidikan di tengah masyarakat menjadi penguat moral bagi warga dan peserta didik yang terdampak bencana.
“Langkah kecil yang dilakukan bersama, menjadi harapan besar bagi sekolah dan masyarakat untuk bangkit dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Kegiatan pembersihan dilakukan dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan. Para tenaga pendidik dan kependidikan tampak bahu-membahu mengangkat sisa lumpur, membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta saluran air agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal. Bagi warga, kehadiran Disdik Aceh menjadi suntikan semangat di tengah upaya pemulihan yang tidak mudah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan setempat menyampaikan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meskipun dilanda bencana. Oleh karena itu, percepatan pembersihan fasilitas sekolah menjadi prioritas agar siswa dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Selain berdampak pada pemulihan fisik, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di lingkungan pendidikan. Disdik Aceh ingin menanamkan pesan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat penguatan karakter, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Pemerintah Aceh melalui Disdik Aceh terus mendorong semangat seumeugleh—nilai gotong royong khas Aceh—sebagai fondasi dalam membangun kembali pendidikan yang tangguh, berdaya saing, dan bermartabat.
Kepedulian kolektif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir sekaligus menguatkan rasa persaudaraan antarwarga.
Melalui aksi nyata ini, Disdik Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam membantu sesama. Dukungan, doa, dan kepedulian bersama diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Pendidikan Aceh yang bangkit, hebat, dan berkelanjutan.(**)






