Jakarta — Malam penuh keberkahan mewarnai pertemuan hangat antara Tgk. Ahmada MZ, senator Aceh yang kini menjabat sebagai Anggota DPD RI/MPR RI, dengan salah satu ulama terkemuka Aceh, Abu Mudi Samalanga, pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta dan menjadi momen silaturahmi yang sarat makna, kekeluargaan, serta penuh pesan-pesan keislaman.
Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, Tgk. Ahmada MZ terlihat berbincang santai bersama Abu Mudi. Keduanya duduk berdampingan, saling bertukar senyum dan percakapan hangat yang memperlihatkan kedekatan batin antara ulama dan tokoh Aceh tersebut. Momen ini sekaligus mempertegas kedudukan ulama sebagai sumber inspirasi, panutan, dan penuntun arah bagi umat, termasuk bagi para pemimpin dan pejabat publik.
Tgk. Ahmada MZ menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi dengan Abu Mudi yang dikenal luas sebagai ulama kharismatik Aceh. Menurutnya, pertemuan dengan ulama bukan sekadar ajang melepas rindu atau berbagi cerita, melainkan sebuah upaya mempererat hubungan emosional dan spiritual antara pemimpin dan pemuka agama.
“Alhamdulillah malam ini kami bisa bersilaturrahmi dengan ulama besar Aceh, Abu Mudi Samalanga, di Jakarta. Pertemuan ini sangat berarti bagi saya, karena dari ulama kita bukan hanya mendapat ilmu, tetapi juga doa, bimbingan, dan nasihat yang menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat Aceh,” ungkap Tgk. Ahmada MZ.
Abu Mudi, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah, lembut namun tegas dalam prinsip keilmuan, menyambut kedatangan Tgk. Ahmada MZ dengan penuh kekeluargaan. Dalam silaturahmi tersebut, beliau turut menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, memperkuat pendidikan dayah, serta mengutamakan kemaslahatan umat dalam setiap langkah pengabdian.
Silaturahmi tokoh publik dengan ulama dianggap sebagai tradisi mulia yang terus dijaga masyarakat Aceh. Ulama tidak hanya menjadi tempat bertanya dalam urusan agama, tetapi juga menjadi penyejuk hati dan pemberi arah dalam berbagai persoalan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Pertemuan seperti ini diyakini dapat memperkuat hubungan antara pemimpin, masyarakat, dan ulama.
Tgk. Ahmada MZ juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dengan para ulama Aceh di manapun berada. Menurutnya, keberkahan doa ulama adalah fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Aceh yang lebih baik, lebih adil, dan lebih berkarakter Islami.
Silaturahmi ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama kalangan dayah dan masyarakat Aceh yang menilai bahwa hubungan harmonis antara ulama dan pemimpin adalah kunci terciptanya tatanan sosial yang damai serta keputusan-keputusan yang berpihak kepada rakyat.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh Abu Mudi, memohon kepada Allah agar Tgk. Ahmada MZ diberi kesehatan, kekuatan, serta kelapangan dalam menjalankan amanah di tingkat nasional.(**)






