OJK dan SRO Dorong Penguatan Pasar Modal Lewat CEO Networking 2025

Breakingnews15 Dilihat
  • Membangun Pasar Modal Tangguh sebagai Motor Pembangunan Nasional

AMPAR.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan Pasar Modal Indonesia agar mampu menghadapi dinamika global sekaligus menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam acara CEO Networking 2025 bertema “Managing Global Trade and Empowering Business Strategy” di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa situasi global yang penuh ketidakpastian kini telah menjadi lanskap geopolitik baru yang harus direspons dengan strategi matang oleh seluruh pelaku sektor jasa keuangan (SJK), dunia usaha, dan pasar modal.

> “Pasar Modal Indonesia diharapkan tidak hanya tangguh menghadapi disrupsi global, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mahendra.

Tiga Pilar Penguatan Pasar Modal

Mahendra menjelaskan, ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi penguatan sektor jasa keuangan dan pasar modal, yaitu:

1. Good Corporate Governance (GCG)

2. Inovasi berkelanjutan

3. Struktur permodalan yang kuat

Ketiganya, kata Mahendra, tidak dapat dipisahkan.

“GCG memberi arah, inovasi memberikan kecepatan, dan modal memberi tenaga. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan publik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi harus terus hadir melalui proses bisnis yang lebih efisien, pemanfaatan teknologi digital, dan layanan keuangan yang lebih inklusif serta ramah lingkungan. Sementara itu, kecukupan modal menjadi syarat penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan beradaptasi di tengah volatilitas global.

BEI: Perilaku Investor Mulai Berubah

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan adanya perubahan perilaku investor di pasar saham dalam beberapa waktu terakhir, termasuk perubahan preferensi saham yang diperdagangkan.

Menurutnya, dinamika ini membuka peluang besar bagi emiten untuk mendapat eksposur dan menarik minat investor baru.

BEI, kata Iman, mendorong emiten untuk aktif dalam Program Liquidity Provider sebagai upaya menjaga aktivitas perdagangan saham sekaligus mendukung valuasi yang lebih wajar.

> “Program Liquidity Provider penting untuk memastikan saham emiten tetap aktif diperdagangkan, dipercaya investor, dan memiliki nilai yang optimal di pasar,” jelas Iman.

Ia menegaskan bahwa BEI berkomitmen membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan terkoneksi secara global, serta menargetkan Indonesia masuk Top 10 Bursa Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Momentum Sinergi Regulator dan Pelaku Industri

Acara CEO Networking 2025 menjadi bagian dari peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, dan dihadiri sekitar 460 CEO dari berbagai sektor, termasuk emiten, anggota bursa, manajer investasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara utama, seperti:

Masyita Crystallin, Dirjen Kerja Sama Keuangan dan Internasional Kemenkeu

Hery Gunardi, Presiden Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)

Aliyahdin Saugi, Presiden Direktur PT Allianz Global Investors AM Indonesia

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk (Inspiring Session)

Para pembicara mengupas strategi perdagangan global, ketahanan industri, adaptasi kebijakan, inovasi operasional, hingga strategi investasi jangka panjang dalam menghadapi perubahan kebijakan dunia dan meningkatnya tensi perdagangan internasional.

Dorong Pertumbuhan Pasar Modal ke Depan

Dengan meningkatnya kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan seluruh pemangku kepentingan, CEO Networking 2025 diharapkan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan Pasar Modal Indonesia.

Sinergi yang kuat diyakini mampu memperbesar kontribusi pasar modal terhadap pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *