Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Aceh Dukung Penuh Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis

Berita36 Dilihat

Banda Aceh, Dailymail Indonesia

Akpersi Aceh secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah mengenai penyediaan makanan bergizi gratis bagi masyarakat. Program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah, termasuk Aceh yang memiliki tantangan tersendiri dalam bidang kesehatan dan gizi.

Dalam pernyataan resminya, jajaran pimpinan Akpersi Aceh menilai bahwa inisiatif ini merupakan terobosan penting yang tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

Dengan ketersediaan makanan bergizi yang dapat diakses secara gratis, masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, terutama dari keluarga kurang mampu, akan memperoleh kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.

Ketua Akpersi Aceh Thaifuri menjelaskan bahwa pihaknya melihat program ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kesehatan dan pemerintah. Lembaga pendidikan tinggi kesehatan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pengajaran dan praktik klinik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berperan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

“Program makanan bergizi gratis adalah langkah konkret pemerintah yang sangat sejalan dengan visi kami untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan dukungan penuh, termasuk melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan penelitian terkait gizi masyarakat,” ujarnya.

Pentingnya Gizi dalam Pembangunan Kesehatan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecukupan gizi berperan sangat penting dalam perkembangan fisik dan mental seseorang, kekurangan gizi, terutama pada anak-anak, dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti hambatan pertumbuhan, rendahnya tingkat konsentrasi, serta meningkatnya risiko penyakit menular maupun tidak menular.

Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk sebagian wilayah Aceh, masih ditemukan kasus stunting dan anemia yang memerlukan intervensi berkelanjutan.

Melihat tantangan tersebut, program makanan bergizi gratis dinilai sebagai salah satu strategi tepat sasaran, Akpersi Aceh melihat bahwa penyediaan makanan tidak cukup hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas kandungan gizi, oleh karena itu, Akpersi menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah dapat dipahami dan diaplikasikan dengan benar di lapangan.

Para dosen dan mahasiswa keperawatan disebut siap untuk memberikan edukasi dan advokasi terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, peran Pendidikan Tinggi Kesehatan dalam Implementasi Program

Akpersi Aceh menilai bahwa keberhasilan program pemerintah ini akan semakin optimal apabila mendapat dukungan akademisi dan tenaga kesehatan.

Peran kampus tidak hanya sebatas mendukung secara moral, tetapi juga menyediakan sumber daya manusia yang kompeten untuk membantu sosialisasi, pendampingan gizi, serta pemantauan kesehatan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Akpersi Aceh mengungkapkan rencana untuk mengembangkan modul edukasi gizi bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Modul ini nantinya akan digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai desa binaan. Selain itu, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam program monitoring tumbuh kembang anak, pemeriksaan kesehatan dasar, serta survei perilaku konsumsi pangan.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengambil peran nyata dalam isu kesehatan masyarakat. Program makanan bergizi gratis memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk mempraktikkan ilmu keperawatan komunitas, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” sebut salah satu koordinator bidang akademik.

Pembina Akpersi T. Khairol Razi juga berujar perlu kolaborasi dengan Puskesmas dan Lembaga terkait untuk memperkuat keterlibatan dalam program ini, Akpersi Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan puskesmas, dinas kesehatan, dan lembaga swasta yang bergerak di bidang pangan dan gizi. Kerja sama lintas sektor dinilai sangat penting agar intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Beberapa rencana program kolaboratif yang telah dibahas antara lain penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui, pelatihan pengolahan makanan bergizi bagi kader desa, serta kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di daerah terpencil. Dalam konteks ini, mahasiswa dan dosen Akpersi Aceh akan berperan sebagai tenaga pendamping yang membantu tenaga kesehatan di lapangan.

Pihak kampus menilai bahwa kerja sama ini bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kesehatan masyarakat. “Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari lapangan, melihat kondisi sosial-ekonomi masyarakat, sekaligus memahami betapa pentingnya edukasi gizi bagi keluarga. Ini akan memperkaya pemahaman mereka sebagai calon tenaga kesehatan,” ucap seorang dosen keperawatan komunitas.

Dampak Jangka Panjang bagi Aceh Aceh sebagai provinsi yang memiliki keragaman geografis dan budaya juga menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Meski terus mengalami peningkatan, angka stunting di beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus. Program makanan bergizi gratis diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kekurangan gizi pada ibu, balita, dan anak usia sekolah.

Menurut Akpersi Aceh, keberhasilan program tersebut akan sangat berpengaruh pada masa depan pembangunan daerah.
Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Aceh, sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Selain itu, program ini akan membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika kebutuhan pangan bergizi dapat dipenuhi secara gratis, masyarakat dapat mengalokasikan sumber daya mereka untuk kebutuhan penting lainnya, seperti pendidikan dan perumahan. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat berlapis yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi maupun kesehatan masyarakat.

Komitmen Berkelanjutan dari Akpersi Aceh Mengakhiri pernyataannya, Akpersi Aceh menegaskan bahwa dukungan terhadap program makanan bergizi gratis bukan bersifat sementara. Sebagai institusi pendidikan kesehatan, mereka berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui kegiatan akademik, penelitian, serta program pengabdian masyarakat.

“Kami percaya bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas, sementara kami sebagai institusi kesehatan akan menyediakan sumber daya manusia, edukasi, dan pendampingan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimis program ini dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat Aceh,” ungkap pihak kampus.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan seperti Akpersi Aceh, program makanan bergizi gratis diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Masyarakat pun menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah besar dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatikan khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *