Banda Aceh – Ratusan tenaga medis dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh turun ke jalan menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (11/11/2025).
Aksi tersebut digelar untuk menuntut kejelasan pembayaran jasa pelayanan tahun 2025 yang hingga kini disebut belum diterima sama sekali oleh para tenaga kesehatan.
Sejak pukul 08.50 WIB, halaman Kantor Gubernur Aceh tampak dipenuhi barisan tenaga medis berseragam putih. Mereka terdiri dari perawat, bidan, dan dokter yang selama ini mengabdi di dua rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut.
Sebelum menggelar aksi, para peserta terlebih dahulu berkumpul di Masjid Oman Al Makmur, Banda Aceh. Dari sana, mereka berjalan kaki menuju Kantor Gubernur sejauh hampir satu kilometer sambil membawa spanduk dan selebaran berisi aspirasi mereka.
Isi tuntutan yang dibawa umumnya berkisar pada permintaan agar Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembayaran jasa layanan tahun berjalan, yang menjadi hak tenaga kesehatan atas pelayanan pasien BPJS dan umum sepanjang 2025.
Setibanya di halaman Kantor Gubernur, para tenaga medis duduk dengan tertib dan melantunkan shalawat sambil menunggu pejabat terkait hadir menemui mereka.
Aksi berlangsung damai dan kondusif tanpa insiden. Tidak ada tindakan provokatif maupun anarkis dari peserta. Beberapa petugas keamanan internal terlihat berjaga di sekitar area lobi kantor gubernur untuk memastikan situasi tetap aman.
Menariknya, tidak tampak kehadiran aparat kepolisian dalam aksi tersebut, menandakan suasana berjalan tertib dan penuh tanggung jawab.
Hingga siang hari, para peserta masih bertahan di lokasi sambil berharap adanya respon langsung dari pihak Pemerintah Aceh terkait tuntutan mereka.(**)






