Dinas Peternakan Aceh Gagas Program Pemeliharaan 12.000 Ekor Ayam Petelur, Wujudkan Kemandirian Pangan Daerah

Pemerintah Aceh44 Dilihat

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Kali ini, dinas tersebut menggagas program pemeliharaan 12.000 ekor ayam petelur yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Plh.Kepala Dinas Peternakan Aceh Fachrial, S.Pt, M.Si, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketersediaan pangan berbasis sumber daya lokal. Dengan populasi ayam petelur yang besar, diharapkan kebutuhan telur di tingkat lokal dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kita ingin masyarakat Aceh bisa memenuhi kebutuhan protein hewani secara berkelanjutan. Melalui program ini, peternak kita akan mendapatkan bantuan bibit ayam, pakan, dan pendampingan teknis agar produksi telur meningkat dan berdaya saing,” ujar Fachrial.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama di sektor peternakan rakyat. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi budidaya modern, produksi telur dari Aceh tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah, tetapi juga berpeluang untuk dipasarkan ke luar wilayah.

Langkah ini melengkapi berbagai inisiatif ekonomi produktif lain yang tengah dijalankan Pemerintah Aceh, seperti ekspor pisang kepok ke Malaysia, yang baru-baru ini menjadi kebanggaan daerah. Dengan sinergi antara sektor pertanian dan peternakan, Aceh diyakini mampu menjadi daerah yang mandiri dalam pangan serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau pisang kepok bisa kita ekspor ke Malaysia, maka untuk urusan telur ayam, insya Allah masyarakat Aceh tidak akan kekurangan lagi. Kita ingin setiap rumah tangga bisa mandiri pangan dan tidak perlu susah mencari ke tetangga,” tambahnya sambil tersenyum optimis.

Program pemeliharaan ayam petelur ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelompok tani, koperasi peternak, dan pemerintah kabupaten/kota. Mereka akan dilibatkan secara aktif mulai dari tahap penyiapan kandang, pelatihan teknis, hingga pemasaran hasil produksi.

Dengan langkah terukur ini, Pemerintah Aceh berharap dapat mewujudkan visi besar menuju Aceh Mandiri Pangan 2025, di mana masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen unggul yang mampu berdaya saing di pasar global.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *