Kepala BRA Nilai Pernyataan Presiden Prabowo di Rusia Sebagai Komitmen Menjaga Perdamaian Aceh

Pemerintah Aceh63 Dilihat

Jamaluddin: Pernyataan Prabowo di Rusia  patut diapresiasi. Pernyataan itu  sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat bagi semua pihak dalam bingkai NKRI

BANDA ACEH – Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, SH, M.Kn mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam  St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) di Rusia.

Pernyataan Prabowo di Rusia terkait resolusi konflik Aceh dan kedekatannya dengan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh.

“Kita patut mengapresasi terhadap apa yang disampaikan Presiden Prabowo di Rusia terkait penyelesaian konflik Aceh,” ujar Jamaluddin.

“Presiden Prabowo  di hadapan para pemimpin dunia mengakui bagaimana antara beliau dengan Mualem dulu berseberangan dalam perang, kini bisa sejalan dalam damai,” tambah  Jamalauddin.

Jamaluddin menilai pernyataan Presiden Prabowo di Rusia tersebut merupakan sinyal baik bagi perdamaian Aceh.

Dan itu juga  sebagai bentuk komintem dalam  pelaksanaan penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat bagi semua pihak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Idonesia (NKRI).

Apa lagi Presiden Prabowo dalam Forum SPIEF tersebut menegaskan komitennya terkait perdamaian Aceh dengan semangat perdamaian ala Nelson Mandela yang berdamaian dengan mantan musuh. Semangat itu pula yang akan duterapkannya dalam mengisi perdamaian Aceh.

Jamaluddin  memuji pidato tersebut sebagai pengakuan penting atas keberhasilan perdamaian Aceh. Ia juga menilai rekonsiliasi yang telah terjalin selama 20 tahun sebagai teladan dunia.

Karena itu Jamaluddin mengajak semua pihak, untuk terus merawat dan mengawal perdamaian Aceh yang sudah berusia 20 tahun.

“Saya bangga melihat Mualem memimpin Aceh dengan damai. Apa yang didampaikan Presiden Presiden Prabowo di Rusia  juga patut diapresiasi oleh semua pihak karena terus membawa pesan damai Aceh ke panggung internasional,” tambah Jamaluddin.

Selain itu kata Jamaluddin, Aceh kini bisa menjadi laboratorium perdamaian global. Pengalaman Aceh dapat menjadi pelajaran bagi negara-negara lain yang masih dilanda konflik.

“Pesan damai ini adalah kebanggaan bagi rakyat Aceh. Muzakir Manaf hadir secara simbolis di forum global ini meskipun raganya berada di Aceh,” tegasnya.[**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *