BANDA ACEH – Sikap humanis dan penuh tanggung jawab ditunjukkan Kapolresta Banda Aceh, Andi Kirana, saat mengawal jalannya aksi demonstrasi mahasiswa dalam agenda JKA Jilid II di Banda Aceh, Senin (11/5/2026). Kehadiran langsung perwira menengah Polri itu di tengah massa aksi mendapat perhatian luas dari masyarakat karena dinilai mampu menciptakan suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan di tengah dinamika penyampaian aspirasi publik.
Sejak pagi hari, tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, Kombes Pol Andi Kirana sudah berada di kawasan Kantor Gubernur Aceh untuk memantau sekaligus mengawal jalannya demonstrasi mahasiswa yang menuntut kejelasan terkait program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Kehadiran Kapolresta bukan hanya sebatas memastikan keamanan, tetapi juga memperlihatkan pendekatan persuasif dan dialogis yang menenangkan suasana di lapangan.
Di tengah ribuan mahasiswa yang memadati kawasan aksi, Kapolresta Banda Aceh tampak beberapa kali berinteraksi langsung dengan para koordinator lapangan. Dengan gaya komunikasi yang santun dan terbuka, ia mengajak mahasiswa berdialog secara langsung terkait tata cara penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Momen tersebut mendapat apresiasi dari banyak peserta aksi karena polisi dinilai hadir bukan sebagai pihak yang menekan, melainkan sebagai pengayom masyarakat.
Pengamanan yang dilakukan jajaran Polresta Banda Aceh juga berlangsung sangat terukur dan profesional. Sejak mahasiswa bergerak berjalan kaki dari Stadion H Dimurthala Lampineung menuju Kantor Gubernur Aceh, aparat kepolisian tampak mengawal dengan pendekatan humanis tanpa tindakan represif. Petugas membantu mengatur arus lalu lintas demi menjaga keselamatan peserta aksi dan pengguna jalan lainnya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Suasana demonstrasi pun berlangsung relatif kondusif. Tidak terlihat ketegangan berlebihan antara aparat keamanan dan mahasiswa. Justru sebaliknya, komunikasi yang dibangun secara baik antara kedua pihak membuat aksi berjalan lebih tertib dan penuh rasa saling menghormati. Sejumlah mahasiswa bahkan menyampaikan apresiasi terhadap sikap ramah dan rendah hati yang diperlihatkan Kapolresta Banda Aceh selama aksi berlangsung.
Dalam keterangannya di sela-sela pengamanan, Kombes Pol Andi Kirana menegaskan bahwa kepolisian memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun demikian, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap menjaga norma, etika, serta nilai-nilai Syariat Islam yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
Menurutnya, aksi demonstrasi sejatinya merupakan ruang intelektual bagi mahasiswa untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan publik. Karena itu, ia berharap seluruh peserta aksi dapat menjaga ketertiban dan menghindari tindakan provokatif maupun anarkis yang dapat merugikan semua pihak.
“Mahasiswa adalah mitra strategis dalam pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan tentu harus dihormati, namun tetap dilakukan dengan cara-cara yang baik, damai, dan beretika,” ujar Kapolresta di hadapan peserta aksi.
Pendekatan humanis yang diperlihatkan Kapolresta Banda Aceh dinilai menjadi wajah baru dalam pola pengamanan aksi unjuk rasa di ibu kota Provinsi Aceh. Di tengah meningkatnya dinamika sosial dan polemik terkait program JKA, kehadiran aparat keamanan yang mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif dianggap penting untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Masyarakat yang menyaksikan jalannya aksi juga memberikan respons positif terhadap pola pengamanan tersebut. Banyak pihak menilai situasi yang tetap aman dan kondusif selama demonstrasi berlangsung tidak terlepas dari kepemimpinan langsung Kapolresta Banda Aceh yang turun ke lapangan dan aktif membangun komunikasi dengan mahasiswa.
Aksi demonstrasi JKA Jilid II sendiri menjadi perhatian publik Aceh karena menyangkut program pelayanan kesehatan masyarakat. Meski berlangsung dalam suasana penuh semangat, demonstrasi tetap berjalan damai hingga selesai tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.(**)






