Longsor Tutup Jalan Blangkejeren–Takengon, Akses Lumpuh Total

Aceh Tengah25 Dilihat

BLANGKEJEREN – Material longsor kembali menutup badan jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren–Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, dengan Takengon, Aceh Tengah, Jumat (10/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan arus transportasi dari Blangkejeren menuju Takengon dan sebaliknya lumpuh total.

Longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah pegunungan Gayo Lues dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil di sepanjang jalur tersebut membuat material berupa tanah, batu, dan pepohonan mudah runtuh dan menutup seluruh badan jalan.

Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa menghentikan perjalanan mereka. Bahkan, antrean kendaraan sempat mengular dari kedua arah, menunggu proses pembersihan material longsor yang dilakukan secara manual oleh warga setempat sambil menunggu alat berat tiba di lokasi.

Jalur Blangkejeren–Rikit Gaib memang dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor di wilayah Aceh, terutama saat musim hujan. Selain kontur jalan yang berada di lereng perbukitan, minimnya penahan tanah di beberapa titik juga memperparah potensi terjadinya longsor.

Warga setempat menyebutkan, longsor kali ini bukan yang pertama terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, terutama bagi pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga kebutuhan sehari-hari.

Akibat lumpuhnya akses jalan nasional ini, distribusi barang dan mobilitas masyarakat antara Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah ikut terganggu. Sejumlah sopir angkutan barang terpaksa menunda perjalanan mereka, sementara penumpang angkutan umum harus mencari alternatif lain yang memakan waktu lebih lama.

Pihak terkait diharapkan segera turun tangan untuk mempercepat proses penanganan, termasuk pengerahan alat berat guna membuka kembali akses jalan. Selain itu, diperlukan langkah antisipasi jangka panjang seperti pembangunan dinding penahan tanah dan perbaikan drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Jika kondisi tidak memungkinkan, pengendara disarankan menunda perjalanan demi keselamatan.(**)