Tgk Ahmada Sampaikan Duka Cita atas Berpulangnya Abu Abdul Manan Samalanga

News8 Dilihat

ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh atas berpulangnya ke rahmatullah Abu Abdul Manan bin Tgk. Yahya, Pimpinan Dayah Raudhatul Hasanah, Samalanga. Sosok ulama kharismatik yang dikenal luas atas dedikasi dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan Islam itu meninggalkan jejak mendalam bagi umat, khususnya di wilayah Bireuen dan sekitarnya.

Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Aceh periode 2024–2029, Tgk Ahmada.

Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya ulama sepuh tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Abu Abdul Manan. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Tgk Ahmada.

Menurutnya, kepergian Abu Abdul Manan bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Dayah Raudhatul Hasanah, tetapi juga kehilangan besar bagi masyarakat Aceh secara umum. Almarhum dikenal sebagai sosok pendidik yang istiqamah dalam membina generasi muda melalui pendidikan dayah, serta konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan di Aceh.

Dayah Raudhatul Hasanah di Samalanga sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam mencetak santri-santri yang berakhlak dan berilmu. Di bawah kepemimpinan Abu Abdul Manan, dayah tersebut terus berkembang dan menjadi pusat rujukan pendidikan agama bagi masyarakat.

Tgk Ahmada juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadah dan pengabdian beliau selama ini diterima oleh Allah SWT. Ia menilai, keteladanan dan perjuangan Abu Abdul Manan dalam mendidik umat harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Warisan ilmu dan perjuangan beliau adalah cahaya yang akan terus menerangi generasi mendatang,” tambahnya.

Kepergian Abu Abdul Manan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menghargai dan menjaga peran ulama sebagai pilar moral dan spiritual umat. Doa dan penghormatan terus mengalir sebagai bentuk cinta dan penghargaan atas jasa-jasa beliau selama ini.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *