RSUD Meuraxa Catat Nyeri Dada, Pneumonia, dan Stroke Dominasi Rawat Inap 2025

Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh mencatat sejumlah penyakit tidak menular masih mendominasi layanan kesehatan sepanjang tahun 2025. Data rumah sakit menunjukkan, kasus penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga penyakit saraf menjadi penyumbang terbesar pasien rawat inap maupun rawat jalan.

Berdasarkan catatan RSUD Meuraxa, tiga penyakit dengan jumlah kasus rawat inap tertinggi selama 2025 adalah unstable angina pectoris atau nyeri dada dengan 518 kasus, disusul pneumonia atau radang paru-paru sebanyak 465 kasus, serta stroke dan radikulopati (saraf terjepit) yang mencapai 419 kasus.

Tingginya angka kasus tersebut menunjukkan bahwa penyakit kronik dan degeneratif masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Sementara itu, untuk layanan rawat jalan, hipertensi esensial menempati urutan pertama dengan total 1.910 kunjungan. Penyakit ini kemudian diikuti oleh diabetes melitus (DM) tipe 2 tanpa komplikasi sebanyak 1.626 kasus, serta low back pain atau nyeri punggung bawah dengan 1.526 kasus kunjungan.

Plt Direktur RSUD Meuraxa, dr Taufik Wahyudi Mahady Sp OG MHPM, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah pasien yang dilayani rumah sakit tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 20.522 pasien rawat inap, sementara pasien rawat jalan mencapai 178.798 orang.

“Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Meuraxa terus meningkat. Namun di sisi lain, data ini juga menjadi pengingat bahwa pola hidup sehat masih perlu terus digalakkan,” ujar dr Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta rutin melakukan kontrol bagi penderita penyakit kronik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

“Untuk sejumlah penyakit yang mendominasi layanan kami, masyarakat diharapkan menjaga pola makan, mengelola stres, dan melakukan kontrol penyakit secara rutin agar tidak berujung pada kondisi yang lebih berat dan membutuhkan perawatan inap,” pesannya.

Saat ini, RSUD Meuraxa memiliki 345 tempat tidur yang terus dioptimalkan untuk mendukung pelayanan pasien. Selain itu, sepanjang tahun 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh tersebut juga telah melakukan berbagai inovasi dan pembenahan layanan, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem pelayanan, maupun sarana dan prasarana.

Memasuki tahun 2026, RSUD Meuraxa menargetkan sejumlah pengembangan layanan strategis guna meningkatkan mutu dan kecepatan penanganan pasien. Beberapa rencana prioritas di antaranya adalah pengembangan layanan bedah jantung, penguatan tim code stroke, serta pembentukan stroke unit yang terintegrasi.

“Langkah ini kami siapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan seperti serangan jantung dan stroke,” pungkas dr Taufik.

Dengan berbagai upaya penguatan layanan tersebut, RSUD Meuraxa berharap dapat terus menjadi rumah sakit rujukan yang andal, profesional, dan responsif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *