Hujan Mulai Turun di Aceh Singkil, Warga Diminta Siaga Banjir dan Cuaca Ekstrem

Breakingnews8 Dilihat

SINGKIL – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (2/1/2026), menjelang tengah hari. Kondisi cuaca ini memicu kewaspadaan warga, terutama mereka yang bermukim di kawasan rawan banjir dan sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Pantauan di lapangan menunjukkan, hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang dan berlangsung cukup merata di berbagai kecamatan. Di wilayah pesisir, hujan sempat disertai hembusan angin dari arah Barat, khususnya di Kecamatan Singkil dan Kecamatan Singkil Utara.

Angin kencang tersebut berlangsung sekitar setengah jam sebelum akhirnya mereda. Meski demikian, hujan masih terus turun dengan intensitas ringan hingga siang hari.

“Tadi memang sempat berangin sebentar, tapi sekarang sudah reda. Hujannya masih turun,” ujar Afdal, warga Kecamatan Singkil Utara.

Walaupun hujan yang turun tidak tergolong deras, masyarakat Aceh Singkil diimbau untuk tidak lengah. Pengalaman banjir yang kerap terjadi membuat hujan dengan intensitas sedang sekalipun berpotensi menimbulkan genangan, terutama di wilayah rendah dan dekat sungai.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, mengingat curah hujan tidak hanya terjadi di wilayah hilir, tetapi juga di daerah hulu, termasuk kawasan Kota Subulussalam. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Selain ancaman banjir, masyarakat juga diingatkan untuk tetap memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di tengah hujan. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun tiang listrik guna mengantisipasi risiko tumbang atau sengatan listrik. Area rawan longsor juga sebaiknya dihindari, terutama saat hujan berlangsung cukup lama.

Sementara itu, nelayan Aceh Singkil yang berencana melaut selepas pelaksanaan Salat Jumat diminta untuk lebih berhati-hati. Kondisi cuaca yang berubah cepat dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut.

Nelayan disarankan memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik, seperti pelampung, alat komunikasi, serta perangkat navigasi. Penggunaan Global Positioning System (GPS) dinilai sangat penting untuk membantu mengetahui posisi kapal, terutama saat cuaca buruk dan jarak pandang terbatas.

Dengan meningkatnya intensitas hujan di awal tahun ini, masyarakat Aceh Singkil diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan segera mengambil langkah antisipasi guna menghindari dampak yang tidak diinginkan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *