Panglima TNI Tegaskan Tidak Ada Ruang Provokasi Saat Aceh Dilanda Bencana

Breakingnews33 Dilihat

JAKARTA TIMUR — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menegaskan sikap tegas institusi yang dipimpinnya terhadap segala bentuk tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu penanganan bencana, termasuk pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) oleh oknum tertentu di tengah situasi darurat kemanusiaan.

Penegasan itu disampaikan Jenderal Agus saat konferensi pers Penanganan Bencana Sumatra yang digelar di Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12). Ia menilai, situasi bencana seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan dan solidaritas, bukan dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan.

“Saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas jika ada kelompok atau pihak-pihak tertentu yang mencoba memperkeruh keadaan,” tegas Agus di hadapan awak media.

Menurut Panglima TNI, seluruh kekuatan negara saat ini sedang difokuskan pada upaya percepatan penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta perlindungan maksimal terhadap keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu stabilitas dinilai sangat merugikan dan tidak dapat ditoleransi.

Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor, ketenangan masyarakat, serta solidaritas nasional menjadi kunci utama agar proses pemulihan berjalan cepat dan efektif. Aparat keamanan, relawan, dan pemerintah daerah saat ini tengah bekerja bahu-membahu di lapangan, sehingga kondusivitas wilayah harus tetap dijaga bersama.

“Saya berharap tidak ada kelompok-kelompok yang sengaja memprovokasi atau mengganggu proses penanganan bencana. Fokus kita adalah menyelamatkan warga dan memulihkan kehidupan mereka,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan bahwa situasi bencana merupakan kondisi darurat yang membutuhkan empati dan kepedulian bersama. Setiap tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat akan berhadapan dengan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Panglima TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menjaga ketertiban, serta mendukung penuh upaya pemerintah dan aparat dalam menangani dampak bencana. Ia memastikan TNI akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabencana.

“Kondisi harus tetap kondusif. Jangan ada kepentingan lain yang ditunggangi di saat rakyat sedang membutuhkan bantuan dan perhatian penuh dari negara,” pungkasnya.

Dengan penegasan tersebut, TNI berharap seluruh pihak dapat bersatu, menjaga ketenangan, dan memastikan penanganan bencana berlangsung tanpa hambatan demi keselamatan dan masa depan warga terdampak.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *