ACEH TIMUR — Kepedulian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan secara nyata. Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh turun langsung ke lapangan, berjibaku bersama masyarakat membersihkan fasilitas-fasilitas umum yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang hadir bersama pejabat eselon III dan IV, staf Disdik Aceh, unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari Disdik Aceh dan Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat.
Tanpa sekat jabatan, seluruh rombongan tampak bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, serta sisa material banjir yang menggenangi sekolah dan fasilitas umum lainnya. Mereka bahu-membahu dengan penuh semangat, mencerminkan nilai luhur seumeugleh—sebuah filosofi kebersamaan masyarakat Aceh yang menekankan persatuan, kepedulian, dan kerja bersama dalam menghadapi kesulitan.
Plt. Kadisdik Aceh Murthalamuddin menyampaikan bahwa kehadiran Disdik Aceh di Aceh Timur bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan empati kepada masyarakat serta insan pendidikan yang terdampak musibah.
“Bencana ini bukan hanya ujian bagi masyarakat, tetapi juga panggilan bagi kita semua untuk saling membantu. Pendidikan tidak boleh terhenti terlalu lama. Karena itu, kami hadir untuk memastikan lingkungan pendidikan segera pulih dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan,” ujar Murthalamuddin di sela kegiatan.
Ia menegaskan, dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangkitkan semangat masyarakat pascabencana. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemulihan psikososial bagi peserta didik dan lingkungan sekitarnya.
Aksi gotong royong ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran pimpinan dan jajaran Disdik Aceh secara langsung di lokasi terdampak dinilai memberikan energi positif serta memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain membersihkan fasilitas umum dan sekolah, rombongan Disdik Aceh juga melakukan peninjauan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang rusak akibat banjir. Data tersebut akan menjadi dasar untuk langkah lanjutan pemulihan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Aceh Timur.
Semangat Disdik Aceh Seumeugleh menjadi bukti bahwa di tengah duka dan kesulitan, solidaritas dan kepedulian tetap hidup. Dengan bersatu dan bergerak bersama, pemulihan Aceh diyakini akan berjalan lebih cepat dan kuat.
Aceh mungkin sedang berduka, namun dari setiap langkah gotong royong ini, harapan untuk bangkit kembali terus menyala(**)






